Senin, Februari 23, 2009
|
Cinta memanggilku Segera kuberlari meghampiri Meski harus kutempuh jalan berbatu dan berliku Kan kuserahklan diri kedalam rangkulan sayap2nya Sekalipun duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya akan melukaiku Ku bisikan cinta Mungkin cinta kan membawaku terbang tinggi ke kumpulan bintang2 Namun dia juga akan mencabik2Satu nafas terhembus adalah kata Angan, debur, dan emosi tercampur Dalam jubah terpautanTangan kita terikat... bibir kita menyatu Maka setiap apa yang terucap Adalah sabda pandita ratu Di luar itu pasirDi luar itu debu Hanya pasir meniup saja lalu hilang Terbang tak ada Tapi kita tetap menari Tarian cuma kita yang tahu Jiwa ini adalah tanduDuduk saja
Ponari melakukan praktik penyembuhan.
15/02/2009 13:34 - Sigi 30 MenitHeboh Ponari: Dukun Cilik dari JombangLiputan6.com, Jombang: Di tangan bocah cilik, Mohammad Ponari, segenggam batu bisa mengobati segala macam penyakit. Maka jadilah Ponari berjuluk dukun cilik yang sepanjang pagi hingga malam diburu puluhan ribu orang yang berharap berkah kesembuhan. Kampung halaman Ponari di Desa Balongsari, Jombang, Jawa Timur, pun penuh sesak oleh lautan manusia.Heboh praktik pengobatan batu ala Ponari ini sudah berlangsung sejak tiga pekan lalu. Pasien yang ditangani diperkirakan sudah mencapai lebih dari 50 ribu orang. Pasien yang datang beraneka ragam mulai dari sakit berat seperti stroke, asam urat, lumpuh, hingga penyakit ringan. Ada yang mengaku sukses tapi banyak juga yang mengaku tak mendapat khasiat yang diinginkan.Karena jumlah pasien kian tak terbendung manajemen pengobatan ala dukun cilik inipun diambil panitia yang melibatkan hampir 300 orang. Merekalah yang menyiapkan tenda, membuat karcis, menata parkir, dan mengatur antrean. Kepolisian Sektor Megaluh dan Kepolisian Resor Jombang juga turun tangan menurunkan lebih dari 300 personel.Di tengah membanjirnya warga yang ingin berobat, polisi menutup praktik pengobatan ini pada Selasa 11 Februari. Bukan tanpa alasan polisi menghentikan praktik dukun cilik Ponari. Sejumlah pengunjung jatuh pingsan terinjak-injak pengunjung lain. Dua pengunjung bahkan tewas kelelahan saat antre menunggu giliran.Karuan saja, langkah ini diprotes warga. Terlebih banyak dari mereka sudah antre lebih dari tiga hari dan belum mendapat kesempatan. Tetangga Ponari di Dusun Kedungsari pun mengeluh. Maklum, sejak pengobatan ini berlangsung, dusun setidaknya memperoleh pemasukan lebih dari Rp 500 juta dari retribusi yang ditarik dari para pasien. Keluarga Ponari juga terbantu. Kotak amal yang disediakan panitia dikabarkan menyumbang antara Rp 20 hingga 50 juta per hari bagi perekonomian keluarga Ponari yang sebelumnya sangat kekurangan.Sosiolog Universitas Indonesia Robert MZ. Lawang melihat fenomena dukun seperti Ponari ini bukan kali ini saja terjadi. Cermin dari masyarakat kita yang sakit dan terbelah antara modern realistis dan tradisionil mistis. Bagi Komisi Nasional Perlindungan Anak, praktik dukun yang melibatkan anak ini juga tak layak diteruskan karena mengandung unsur eksploitasi dan terlanggarnya hak-hak anak.Jika orang-orang disekelilingnya nekat meneruskan, Komnas ANak meminta pihak-pihak yang memanfaatkan Ponari dijerat secara hukum. Maklum, sejak berjuluk dukun, Ponari tak lagi bisa bersekolah. Bangkunya di kelas dibiarkan kosong hampir sebulan. Mohammad Ponari tak lagi menimba ilmu demi merajut masa depan
Kata orang…..Ibarat tangan dan matamaka terangkailah sebuah kata “PERSAHABATAN”Pada saat tangan terluka, mata meneteskan air,dan ketika mata meneteskan air,tangan juga yang mengusap air itu Indah ternyatatapi punya banyak arti, walaupun hanyaseuntai kata “PERSAHABATAN”…kadang pelakunya sering salah mengartikan…atauada juga yang dengan sengaja mengabaikan..entah karena rasa egois, atau mungkin karenaperputaran roda kehidupan yang selalu menuntutuntuk kita selalu mengikuti roda kehidupan yang berputar Tidak semudah itu dipahami…tapi andaikan kita mencoba sesaat saja….berada di posisi mereka yang dengan tulus mengartikan kata itu….maka kita akan tahu makna sesungguhnyaKEJUJURAN, KEPERCAYAAN, KESETIAAN…..semua itu terpatri jelas didalam kata itutinggal bagaimana sebagai pelaku kita menjalaninyaCukup sulit menjalaninya tidak semudah diungkapkan Karena tanpa kejujuran, kepercayaan dan kesetiaanmaka PERSAHABATAN hanyalah sebuah tulisan kosong belakatanpa makna apapun, tetapi…itu bukan berarti kita harus menutup mata…ketika KETIDAKJUJURAN itu hadirkarena pada saat itulah kita menangdalam satu ronde peristiwa yang disebut “KEHIDUPAN”
Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting yang paling bermanfaat yang paling disukai HIJAU berkata:"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."
BIRU menginterupsi: "Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"
KUNING cekikikan: "Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."
ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya: "Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahankubegitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."
MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak: "Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."
UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu: Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku." Akhirnya
NILA berbicara lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama: "Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan daku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."
Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.
Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara: "WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata:
"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.
Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok." Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain. MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA, KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....
Persahabatan itu bagaikan pelangi:
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya. Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam. Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita. Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur. Biru bagaikan air jernih alami. Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah. Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu
|
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates
|