Di sekolah, biasanya matematika dan seni diajarkan secara terpisah. Saat menggambar kucing, bunga, atau pemandangan alam biasanya kita tidak memikirkan rumus matematika beserta hitungan rumit yang menyertainya.
Begitu pula saat kita belajar matematika. Kita sering tidak memikirkan keindahan bunga ketika mengutak-atik rumus matematika.
Hmm.., apakah kalau begitu matematika dan seni tidak bisa berteman?
Bisa saja.
Matematika dan seni dapat berkawan akrab.
Dan selanjutnya kita pun dapat menghasilkan karya seni yang indah dari matematika.
Fractal Art: Precious oleh Adi Nugroho
Fraktal
Pada 1960-an, Benoit Mandelbrot merasa sangat penasaran dengan bentuk-bentuk geometri yang pada ukuran besarnya mirip dengan ukuran kecilnya.
Segitiga sierpinski. Sumber: Wikipedia
Setelah mempelajari dan menekuni beberapa tahun, Mandelbrot menemukan hal yang disebutnya “fraktal”.
Hingga saat ini fraktal telah dimanfaatkan di berbagai bidang. Mulai kedokteran, ilmu kegempaan, teknik telekomunikasi, furnitur, video game, hingga seni.
Seni Fraktal
Dari geometri, kita dapat mengenal dan mempelajari rahasia yang ada pada bentuk segitiga, persegipanjang, maupun lingkaran. Bentuk-bentuk fraktal juga merupakan bagian dari geometri. Nama khususnya adalah geometri fraktal. Uniknya, bentuk-bentuk fraktal memiliki perulangan dan keserupaan yang khas.
Karena melibatkan rumus matematika, sebuah gambar fraktal yang indah akan sulit diwujudkan bila tidak ada komputer. Bahkan proses pewarnaan sebuah gambar fraktal pun melibatkan hitungan yang rumit. Tanpa adanya komputer, saat ini mungkin belum lahir sebuah bidang seni baru yang bernama Seni Fraktal.
Oya, selain berupa gambar, Seni Fraktal juga bisa berwujud animasi dan musik.
Wah.., ternyata gabungan matematika dan komputer bisa menghasilkan sesuatu yang indah ya!

0 komentar:
Posting Komentar